Sabtu, 08 November 2008

Daydreaming


Dalam kesendirian, terkadang bayangan masa lalu yang kelam menghampiri sambil membisikan suara-suara yang mengecilkan hati. Ada keinginan tuk berusaha menghindar, menutupi, mensiasati, bahkan melupakan itu semua agar hati tak menciut dan tegar menghadapi realita dihadapan mata untuk bekal di masa depan.

Percayalah p
ada kemampuan yang anda miliki. Promod Batra dalam bukunya be a winner every time menganjurkan untuk berpikir positip setiap saat,memanfaatkan peluang, menjadikan ejekan dan seruan-seruan yang mengecilkan hati sebagai kekuatan memajukan diri untuk keluar dari keterpurukan, sisanya serahkan pada yang maha kuasa, maka setiap saat anda akan menjadi seorang pemenang.

Jangan menjadi sebatang korek api.... apabila kepalanya mengenai sedikit gesekan akan langsung terbakar(mudah marah). Orang yang menghina dan mempermalukan kita, hanyalah orang yang mempunyai kemampuan sebatas mengejek dan menghina tidak lebih. Jadikanlah hinaan dan ejekan itu kritikan positif yang membangun diri kita menjadi orang yang super.

Dan Mario Teguh berkata jauhkan diri dari iklan untuk mengatasi keinginan yang berlebih bila ingin tujuan kita tercapai. Jangan berpatokan pada gaya hidup seseorang.

Bila tujuan belum tercapai rubahlah cara memperolehnya, bukan merubah tujuannya.

Senin, 15 September 2008

Berikanlah Kepada Ahlinya


Sudah sejak lama kita mendengar para pemimpin kita mengatakan bahwa apabila kesenjangan sosial, lebarnya jurang pemisah antara kaya & miskin tidak diatasi secara cepat mungkin, niscaya akan terjadi ledakan sosial, kerusuhan keonaran, chaos. Anehnya setelah terus menerus mengucapkan kalimat-kalimat tersebut, perbuatan nyata untuk mengurangi atau menghapus tidak ada. Sebaliknya ketika ada yang mengingatkan tajamnya kesenjangan antara kekayaan dan pola serta gaya hidup orang-orang kaya dan rakyat miskin di belakang hotel-hotel mewah di jakarta, dikatakan supaya jangan berbicara tentang pemerataan kalau produk bruto masih rendah.
(Kompas 18 mei 1998)
Memang kompleks permasalahan perjalanan hidup "si kaya" dan "si miskin" ini. Pukul 01.30 am saya lihat di televisi yang memberitakan pembagian zakat di Pasuruan yang begitu heboh. Saking hebohnya pembagian zakat 30.000 rupiah tersebut menelan 21 korban jiwa. Kejadian ini diakibatkan pembagian zakat dilakukan bukan oleh ahlinya. Kita harus ingat HR.Bukhari segala sesuatu apabila tidak diserahkan pada ahlinya maka akan terjadi kehancuran. Kalau memang sudah tak percaya pada ahlinya sebaiknya zakat tersebut langsung di bagikan pada yang berhak dengan diantarkan langsung ke tempat tinggalnya, Insya Allah antrian dan desak-desakan tidak akan terjadi dan akan lebih akurat tepat pada sasaran.
Tragedi pembagian zakat di pasuruan tersebut walaupun salah, itu lebih baik dari orang- orang kapitalis yang acuh pada lingkungan di sekitarnya dan sibuk sendiri mengurusi hidupnya minimal ada niat untuk membantu orang-orang yang membutuhkan

Dalam pandangan Herbert Spencer, perumus terkemuka darwinisme sosial mengatakan bahwa jika seseorang itu miskin maka ini adalah kesalahannya, tak seorangpun berkewajiban menolong orang ini untuk bangkit.
Menurut Tille tokoh terkemuka mentalitas kapitalis-darwinis berpendapat adalah kesalahan besar untuk mencegah kemiskinan dengan memberikan bantuan/pertlongan bagi kelas-kelas yang tersingkirkan sebab ini berarti ikut campur dalam proses seleksi alam yang mendorong berlangsungnya evolusi.
Extrimnya lagi Prof. E. A Ross asal amerika mengatakan bantuan kemanusiaan sebagai sarana beramal baik telah memunculkan tempat berlindung di mana orang-orang idiot tumbuh dan berkembang biak.

............ASSTAGFIRULLAH............

kumpulan blog-blog Indonesia

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

One Love